
Dosen PGMI UIN Ar-Raniry Kembangkan E-book Augmented Reality untuk Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Aceh
BANDA ACEH, โ Dosen Program Studi PGMI, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengembangkan e-book berbasis Augmented Reality (AR) yang memadukan kearifan lokal Aceh dengan materi mitigasi bencana untuk siswa kelas awal sekolah dasar. Penelitian ini diuji di tiga sekolah dasar di Banda Aceh dan Aceh Besar.Produk tersebut dirancang agar siswa kelas V SD/MI dapat belajar kesiapsiagaan bencana secara visual dan interaktif. Saat kamera ponsel atau tablet diarahkan ke halaman e-book, objek tiga dimensi dan animasi muncul untuk menggambarkan materi, seperti tanda-tanda alam dan langkah penyelamatan diri.
Penelitian ini berangkat dari dua hal. Aceh berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami, banjir, dan letusan gunung api. Di sisi lain, bahan ajar yang menggabungkan mitigasi bencana dengan kearifan lokal Aceh di sekolah masih terbatas. Padahal masyarakat Aceh memiliki warisan pengetahuan tentang cara menyikapi bencana yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
"Aceh punya pengalaman pahit dengan bencana, tetapi juga punya kearifan lokal yang menyelamatkan banyak orang. Kami ingin warisan itu sampai ke anak-anak kita lewat teknologi yang mereka sukai. Harapan kami, e-book ini tidak hanya membuat siswa paham cara menyelamatkan diri, tetapi juga bangga pada budayanya sendiri. Jika terbukti efektif, produk ini bisa dimanfaatkan sekolah-sekolah lain di daerah rawan bencanaโ. ujar Putri Rahmi selaku ketua tim peneliti.
Dikembangkan dengan Model ADDIE
Pengembangan produk mengikuti model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, tim peneliti mewawancarai guru dan siswa, menyebarkan angket kebutuhan, serta mengkaji kearifan lokal Aceh yang relevan. Hasilnya diterjemahkan menjadi storyboard dan dikembangkan menjadi e-book utuh dengan objek AR.
Sebelum diujicobakan, produk divalidasi oleh sembilan validator, yaitu tiga ahli materi, tiga ahli media, dan tiga ahli bahasa. Masukan mereka menjadi bahan revisi.
Uji coba kepraktisan dan keefektifan dilakukan di dua SDN di Aceh Besar yang berlokasi di daerah rawan bencana, dengan guru sebagai fasilitator. Tim peneliti mengamati partisipasi, perhatian, dan interaksi siswa dengan fitur AR, serta perubahan perilaku kesiapsiagaan seperti simulasi evakuasi dan penggunaan jalur penyelamatan. Respons guru dikumpulkan melalui angket.
Mendukung SDGs
Penelitian ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, dan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Melalui e-book ini, tim berharap pelestarian budaya dan penguatan kesiapsiagaan bencana dapat berjalan bersama sejak bangku sekolah dasar.
Kata kunci: kearifan lokal, mitigasi bencana, augmented reality, e-book, sekolah dasar, UIN Ar-Raniry
